Searching...
Jumat, 31 Oktober 2014

Nien's Corner, Menu Hotel Harga Warung

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali menginap di hotel sambil menyicipi masakan café.

Bagi mayoritas orang sesuatu yang paktis tersebut akan sangat dinikmati. Sayangnya mayoritas café di hotel menetapkan tarif harga menu yang mahal. Sehingga banyak penghuni hotel yang lebih memilih ke luar hotel untuk menyicipi makanan. Melihat kondisi tersebut, terbesitlah ide untuk membuat café dengan harga murah di hotel. Seperti yang dilakukan Latief Inn Hotel dengan membuat café bernama Nien’s Corner.

Nien's Corner dilihat dari luar

Sekitar bulan Juli 2013, Bapak Chaidir Nien Latief mendirikan sebuah hotel bernuansa Minang di tanah Sunda. Hotel bintang dua tersebut diberi nama Latief Inn Hotel, sesuai dengan nama belakang pemiliknya. Gedung hotel berlantai tiga yang berwarna pink-nila tampak cantik dari kejauhan. Desain minimalis gedung menyatu dengan perumahan sekitarnya.

Latief Inn hotel memiliki 27 kamar dengan 4 tipe ruangan, yaitu standard, superior, deluxe, family. Setiap sudut ruangan terdapat songket Minang berbenang emas. Konon hotel tersebut dipenuhi corak songket Minang karena pemilik hotelnya keturunan Minang. Wuah sama donk denganku!


Suasana Latief Inn Hotel

Ruangan dan fasilitas Latief Inn Hotel

Setahun lebih setelah berdirinya Latief Inn Hotel, didirikanlah sebuah café minimalis persis di pojok kanan hotel pada tanggal 10 Oktober 2014. Jika nama hotel dipilih dari nama belakang pemiliknya, maka nama café dipilih nama tengah pemiliknya. Nien’s Corner. Begitulah nama café minimalis yang hanya dapat menampung 15-an orang. Kapasitas café dalam ruangan memang sedikit tapi Nien’s Corner dapat menambah meja makan di luar apabila konsumen membludak.

Ruangan dalam Nien’s Corner dipenuhi sofa hitam nan empuk. Angin yang sepoi-sepoi menambah sejuknya ruangan yang memiliki sirkulasi udara full. Jujur aku lebih suka dengan ruangan tanpa AC seperti Nien’s Corner. Hemat listrik dan mengurangi global warming.

salah satu spot Nien's Corner

Para waiter/waitress Nien’s Corner selalu menyapa konsumen dengan ramah sehingga membuat konsumen tersanjung. Sayangnya dari segi kesiapan hidangan, pelayanannya agak lambat. Entah saat aku berkunjung, pengunjung sangat ramai. Ngga tau juga. Tapi aku berharap pihak Nien’s Corner lebih sigap melayani konsumen. Bisa dengan menambah jumlah karyawan Nien’s Corner itu sendiri.

Menu Hotel Harga Warung
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Nien’s Corner didirikan untuk memberikan kemudahan menyantap menu kepada penghuni hotel. Meskipun menu yang diberikan bertaraf hotel tapi harganya masih selevel dengan warung pinggir jalan. Tak hanya penghuni hotel, konsumen yang tidak menginap juga dapat menikmati Nien’s Corner. So, Nien’s Corner terbuka untuk khalayak umum.

Daftar menu Nien's Corner

Spaghetti Piscatora

Spaghetti Piscatora (Rp30.500)

Hidangan ini sangat pas dilidahku. Spaghetti yang kenyal dan tidak lengket memiliki kematangan yang pas. Sebagai spicy lovers, rasa pedasnya cukup nendang bagiku. Udang dan cumi pun cukup matang dan rasanya enak. Hidangan ini langsung aku habiskan dalam beberapa menit. Very great!

Chicken Afritada 

Chicken Afritada

Chicken Afritada merupakan menu terbaru Nien’s Corner. Nien’s Corner meracik menu yang berasal dari Filipina tersebut dengan komposisi yang pas. Kematangan chicken pas. Brokoli dan wortel cukup matang dan lezat. Paprika, nanas dan tomat segar. Saos yang ditambah sedikit kecap rasanya pedas manis dan enak. Sayangnya kentang yang disajikan terlalu matang dan agak keras.

Sirloin My style

Sirloin my style (Rp55.500)

Daging sirloin memiliki kematangan hampir well done. Rasa daging lumayan lezat meskipun tidak begitu spesial. Saos BBQ lumayan nendang dengan ciri khas saos BBQ yang pedas manis. Kentangnya cukup gurih dan matangnya sempurna.

Calamari Ala Devil 

Calamari ala devil (Rp22.500)

Selama ini aku menyicipi calamari yang digoreng tepung sehingga rasanya gurih dan enak saat bersantai. Namun, Nien’s Corner menyajikan calamari yang berbeda dengan direbus, digoreng lalu dilumuri saos. Menu ini agak kurang cocok dilidahku. Rasa cumi yang terlalu lembek dan saos yang kurang pedas membuatku berusaha keras menghabiskan hidangan ini. Hmm, selera orang memang berbeda-beda sih ya. Meskipun demikian, rasa kentang tetap gurih karena kematangannya pas.

Tiramisu Shake

Tiramisu shake

Kali ini Nien’s Corner menawarkan menu percobaan lainnya. Tiramisu yang biasanya dalam bentuk cake berubah menjadi segelas minuman. Hasil percobaan Nien’s Corner kali ini berhasil dan sesuai dengan lidahku. Minuman shake yang beraroma tiramisu segar dan nikmat. Lumayanlah menghilangkan haus.

How to reserve?

Jika ingin melakukan reservasi ke Latief Inn Hotel, dapat langsung menghubungi contact center. Selain itu, reservasi Latief Inn Hotel dapat dilakukan melalui situs reservasi hotel ternama seperti Agoda, Wego, KlikHotel, Trivago, dll.

How to get there?

Latief Inn Hotel dan Nien’s Corner terletak di Jl. Natuna No. 16. Apabila menaiki kendaraan umum dapat melalui Jl. Sumatera sampai menemukan rel kereta api. Setelah rel kereta api belok kiri ke arah Jl. Natuna. Jalan terus dari Jl. Natuna dan temukan Latief Inn Hotel di sebelah kanan jalan. Apabila menaiki transportasi umum, naikilah angkot Kalapa-Dago, Kalapa-Ledeng, Kalapa-Cicaheum, Dipatiukur-Panghegar, Gede Bage-St. Hall, Sadang Serang-St. Hall, Antapani-Ciroyom. Kemudian berhenti di pertigaan Jl. Natuna. Jalan kakilah sampai menemukan Latief Inn Hotel. Nien's Corner terletak dipojok kanan Latief Inn Hotel.

Nien’s Corner
Jl. Natuna No 16, Sumurbandung, Bandung, Jawa Barat, 40112
Buka: 10:00 - 22:00 WIB
Telp: (022) 4200 369
Fax: (022) 4209 208
Reservasi: reservation@latiefinnhotel.com
Website: www.latiefinnhotel.com
Twitter: @LatiefInn
@latiefinn_Bdg
Facebook: Latief Inn Bandung 

8 komentar:

  1. Ruangannya enak, cozy, nggak asal banyak kursi. Porsinya juga pas untuk seorang.

    BalasHapus
  2. bisa jadi alternatif wisatawan untuk menginap di Bandung nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk ajak wisatawan luar bandung ke sini ozan

      Hapus
  3. Duh. Imanku gak kuat mbak. Langsung ngecessss liat gambar2 makanannya

    BalasHapus

 
Back to top!