Searching...
Kamis, 02 Oktober 2014

Sarapan di Soto Madura Tapak Siring

Sebelum pulang ke kota masing-masing, aku, Iktri, dan Reni berencana menghabiskan waktu untuk menyicipi kuliner Surabaya. *kuliner lagi padahal baru selesai sarapan di homestay. Khawatir ketinggalan check in pesawat, Kami memutuskan untuk berkuliner di sekitar homestay. Reni mengusulkan sarapan (lagi) ke Soto Madura Tapak Siring. Aku dan Iktri juga setuju.

Berjalan sekitar 100 meter dari homestay, Kami pun tiba di Soto Madura Tapak Siring. Dari halaman depot, Kami melihat seorang bapak tua duduk di gerobak yang terletak di depan pintu. Meskipun sudah tua, bapaknya sangat terampil meracik soto yang akan disajikan untuk pelanggan. Di belakang gerobak bapak tua terlihat meja-meja yang tersusun rapi lengkap dengan kursi-kursi plastik. Sementara bagian belakang depot terdapat etalase yang berisi buah-buahan dan aneka minuman.

Kami memilih meja yang memiliki 4 buah kursi di pojok bawah. Pelayan pria muda langsung menawarkan menu untuk kami. Saat itu, menu yang tersedia adalah soto daging dan soto campur yang terdiri dari daging, jeroan, dan telur. Reni dan Iktri memilih soto campur. Aku memilih soto daging & telur karena kurang suka dengan jeroan. Sementara minum, kami semua memesan es jeruk. *tadinya aku mau es buah, tapi buahnya belum lengkap pagi itu.

Sembari menunggu soto, Kami mengamati benda-benda di atas meja. Selain sambel, sendok, garpu, kerupuk, terdapat bungkusan makanan yang berbalut kulit pisang. Kami penasaran isi bungkusan tersebut. Setelah dibuka ternyata berisi nasi dengan ukuran sangat mini.

Tak lama kemudian, pelayan menyajikan 3 mangkok soto kepada Kami. Buih asap dan aroma soto yang berwarna kuning bening sungguh menggoda. Sebelum pelayannya balik, aku menanyakan piring untuk nasi. Pelayannya pun menjawab bahwa piringnya terletak di bawah mangkok. Hmm, saking menggodanya semangkok soto, lupa dengan piring yang mengalasi mangkoknya. *tutupmuka

Sekilas mirip kuah indomie

Lalu, aku mengambil sebungkus nasi. Karena telah sarapan sebelumnya, sebungkus nasi mungil yang mirip nasi kucing rasanya cukuplah untukku. Sambil membuka bungkus nasi dalam balutan daun pisang dan menambahkan sambel, pelayan lain membawakan 3 gelas es jeruk kepada kami. Wuah, rasanya seger bangetlah.

Bungkusan nasi yang mungil dengan soto madura *slurp

Perlahan, aku langsung menyicipi sotonya. Kuah sotonya slurp banget deh. Racikan bumbunya sangat pas. Dagingnya juga empuk dan lezat. Tiba-tiba Iktri bercelutuk sambil menyicipi soto, "mirip soto kudus yah?" "Beda donk. Soto kudus kan ngga pake santan. Sementara soto ini ada sedikit santannya", jawab Reni kepada Iktri. Aku dan Iktri hanya menggangguk kepada Reni.

Kami menghabiskan soto dan nasi cukup cepat karena kenikmatannya. Tiba-tiba jam menunjukan jam 09.30 WIB. Kami pun langsung membayar kepada pelayannya. Dan harga dari soto, nasi, kerupuk, es jeruk sekitar Rp 30.000-an

Soto Madura Tapak Siring  
Jl Dharmahusada, Surabaya
Jam buka: 06.00 – 21.00 Wib 
Harga: soto (< Rp 20.000), nasi (< Rp 5.000), minuman (< Rp 10.000) 
Angkutan umum yang melewatinya: Bemo lambang E, KIP2, O

10 komentar:

  1. Kayaknya kalau ke Jatim/Madura wajib nyari ini haaaa

    BalasHapus
  2. mantep nih siang-siang gini nyoto,coba ngambil gambarnya pake kamera bagus, pasti bakal lebih tergugah lagi yang liat wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku lupa bawa kamera saat ke sini. alhasil pake kamera hp butut deh. :((

      Hapus
  3. Eh makan siangku Soto, tapi kuahnya sengaja bening, dan gak pakai koya. Segeeer :D

    BalasHapus
  4. Tampilan sotonya kayaknya cakep soto Lamongan ya :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di surabaya terkenalnya soto madura masbro
      makanya soto madura ini cukup recommended

      Hapus
  5. Soto + sate madura memang juara soal rasa, terutama saat yg jual benar2 asli Madura mak, kangen SBY uuyy ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kalo yg madura KW kurang nendang ya mak

      Hapus

 
Back to top!