Searching...
Senin, 17 November 2014

Rendang Kemasan Restu Mande; Lezat & Awet

Masakan padang itu enak sih, tapi…
  1. Menimbulkan penyakit seperti kolesterol, darah tinggi, jantung koroner, dsb
  2. Packaging kurang menarik sehingga kurang keceh saat dibawa berpergian

Sebagai anak yang dilahirkan dan dibesarkan di ranah Minangkabau, kedua pernyataan tersebut telah ada dibenakku sejak kecil. Bagaimana tidak? Dari kecil aku selalu disuguhi masakan padang seperti rendang, kalio, asam padeh, cancang kambing, gulai ayam, dendeng batokok yang lezat dan kaya akan rempah-rempah. Karena sering mengkonsumsi masakan tersebut, mayoritas keluargaku mengidap penyakit kolesterol dan darah tinggi. Ingin mengubah kebiasaan mengonsumsi masakan Padang sungguh sulit karena lidah kami yang sudah padang tasty.

Selain kesehatan, packaging masakan Padang banyak yang kurang menarik. Apalagi saat pulang kampung tentu banyak yang menitip oleh-oleh masakan Padang. Tapi itu dia, packaging hanya menggunakan plastik bening yang kurang keceh. Apalagi oleh-olehnya masakan Padang yang berminyak sungguh belepotan saat dibawa.

Sekarang, kedua masalah itu sudah dapat diatasi. Iya, belum lama ini tepatnya tanggal 26 Oktober 2014 ada undangan untuk Blogger Bdg dengan topik "Gizi dalam Masakan Padang". Wuah, pastinya topik tersebut sangat menarik bagiku. Sehabis acara Bandung Agri Market aku langsung menuju food court lt 3 Bandung Indah Plaza (BIP). Beruntungnya acara talkshow belum dimulai saat aku tiba di sana.
Narasumber dari talkshow tersebut adalah Dina Sudjana (ahli teknologi pangan), Amril & Nenden Rospiani (owner Rumah Makan Restu Mande Bandung) dan Rerie Arimia (pemerhati kuliner).

Narasumber dan MC
kiri-kanan: Rerie Arimia, Dina Sudjana, Nenden Rospiani, Lygia Pecandu Hujan

Berdasarkan penuturan Dina Sudjana, mitos yang mengatakan masakan padang itu mengerikan adalah SALAH. Justru masakan Padang memiliki kombinasi zat gizi (karbohidrat, mineral, protein) sekitar 1650 kalori. Selain itu, masakan Padang yang rasanya eksotik memiliki nilai gizi masakan yang tahan lama. Hal itu karena proses memasak yang slow cooker menyebabkan zat gizi tidak hilang dan tahan lama. Masakan Padang dapat dikonsumsi berkali-kali dengan memanaskan tanpa langsung menggunakan api. Adapun batas maksimum menghangatkan masakan sebanyak 3X sebelum dikukus.

Tips mengonsumsi masakan Padang demi menghindari penyakit versi Dina Sudjana:

  1. Menetralisasikan bumbu-bumbu masakan Padang (seperti jahe dan lengkuas) untuk menangkal antioksidan yang memacu radikal bebas. Caranya mengkombinasikannya dengan sayuran (singkong dan timun) untuk menekan kolesterol jahat dalam lemak .
  2. Hindari minuman manis seperti teh manis dan juice karena dapat memacu diabetes. Sebaiknya minumlah air putih saat menyantap masakan Padang.
  3. Memperbaiki pola makan Padang sehari-hari. Sebaiknya tidak mengkonsumsi sarapan, makan siang dan makan malam dengan masakan Padang saja. Jika makan Padang pada siang hari, maka makan sayur dan buahlah pada malam hari.
  4. Perbanyak olahraga dan konsumsi air putih

Reri Arimia sebagai pemerhati kuliner juga menuturkan bahwa masakan Padang itu sehat. Menurut Reri, masakan Padang mengandung emisi karbon yang sesuai dengan dinas kesehatan. Reri juga salut dengan masakan Padang yang sudah mendunia bahkan rendang yang merupakan salah satu masakan Padang menjadi masakan terlezat dunia versi UNESCO. Selain itu, 4 diantara 30 icon kuliner Indonesia berasal dari masakan Padang, yaitu: rendang, asam padeh, gulai kapau dan sari kayo.

Yeah, akhirnya pernyataan seputar kesehatan masakan Padang sudah dapat di atasi. Sekarang lanjut seputar packaging masakan Padang. Beruntungnya ada RM Restu Mande yang sudah membuat inovasi packaging masakan Padang. Tak hanya packaging, masakannya pun bersertifikat halal, teruji di laboratorium dan awet sampai setahun. Serius awet sampai setahun???

MC dan owner RM Restu Mande

Nenden selaku owner RM Restu Mande memiliki ide untuk mempercantik packaging saat mengadakan arisan. Saat arisan, ibu-ibu membawa makanan dan menyukai produk dalam stoples yang mudah dibawa-bawa. Kemudian RM Restu Mande melakukan packaging masakan Padang. Jika mayoritas RM Padang menggunakan kertas atau kotak saat membungkus masakan, maka RM Restu Mande membuat kotak plastik yang dapat digunakan berkali-kali. Lumayan loh bawa kotak makanannya saat berpergian.

nasi kotakan RM Restu Mande yang ciamik

Lalu packaging rendang bagaimana?

rendang dan bumbu kemasan RM Restu Mande

Untuk packaging rendang, RM Restu Mande pun juga menggunakan packaging menarik. RM Restu Mande mengemas rendang berbentuk kotakan. Sehingga rendang kemasan tersebut dapat dibawa saat traveling dan bekal menunaikan ibadah umroh & haji. Wuah, tau aja nih RM Restu Mande bahwa orang Minang senang bawa-bawa masakan Padang yang berantang-rantang saat ke Baitullah.

Proses memasaknya bagaimana?

RM Restu Mande menggunakan 16 macam rempah-rempah berbahan lokal pilihan tanpa MSG, tanpa pengawet dan tanpa bahan berbahaya lainnya. Rempah-rempah tersebut diuji di laboratorium yang bernama Dapur Randang. Di Dapur Randang, bahan makanan diolah dengan slow cooker sehingga dapat bertahan selama 450 hari. Setelah diuji di Dapur Randang barulah masakan dikemas dan didistribusikan.

Halal ngga yah?

Pastinya halal donk. Bahkan RM Restu Mande sudah mendapat sertifikat halal dari MUI.

Packaging oke, proses memasak canggih, sertifat halal di tangan, tapi rasanya bagaimana?

rendang kemasan isi 125 gr

Beruntungnya saat menghadiri talkshow "Gizi dalam Masakan Padang", aku mendapat goodie bag plus door prize yang isinya produk RM Restu Mande. Setelah membuka bungkus rendang yang ciamik, aku memanaskan rendang daging dan chicken fillet bumbu rendang. Warna hitam kedua masakan tersebut nyaris sama. Rasa dedak rendangnya pun sama enaknya. Sedikit spicy juga. Meskipun sudah dipanaskan, daging sapi dan ayamnya tidak keras dan mudah dikunyah. Overall, rendang kemasan RM Restu Mande sesuailah dengan lidah Padang-ku. Lamak bana!

Apabila ada yang mau memesan rendang kemasan RM Restu Mande bisa juga loh. Tersedia rendang kemasan 300 gram yang berisi 5 potong dan 125 gram yang berisi 2 potong dengan rasa original taste dan chicken fillet. Selain itu, ada juga bumbu yang dapat dimasak seperti bumbu rendang, bumbu gulai ikan, bumbu gulai ayam, bumbu gulai daging dan bumbu bakar. Semua kemasan tersebut dapat dipesan pada outlet RM Restu Mande di Jl. Brigjen Katamso No 71, Bandung. Selain itu, rendang kemasan RM Restu Mande juga dapat dipesan via telpon atau media sosial. Praktis kan?

Rumah Makan Restu Mande  
Jl. Brigjen Katamso No 71, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40625 
Telp: (022)7836129 
Twitter: @Restumande 


4 komentar:

  1. Saya baru saja makan dari RM Padang yang tak jauh dari kantor. Baca postingaan ini saya jadi ingin segera kembali ke Bandung. Di sana saya punya kakak ipar dari Padang yang tak jarang buat Masakan Padang. Hehehe

    Salam Persohiblogan,
    #Bloofers

    BalasHapus
    Balasan
    1. wuah dimana sekarang kang aan?
      iya nih Bandung nyaman banget
      sok atuh beli nasi padang di tempat domisilinya sekarang

      Hapus
  2. Saya suka makanan Padang, kalau sebulan nggak makan masakan Padang rasanya seperti ada yang kurang :D
    Yang penting bisa memilih makanan yang sehat ya, mbak Rizka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. tosh dulu makpuh
      yup, yg penting bisa memilih dan mengkombinasikan masakan padang dg menu yang sehat

      Hapus

 
Back to top!