Searching...
Jumat, 16 Januari 2015

Ternyata VERDE itu…

Letak VERDE cukup dekat dari kosanku. Tinggal jalan 5 menit saja sudah sampai. Hampir tiap hari pun aku melewati resto ini karena letaknya di perempatan lampu merah simpang Dago. Tak jarang pula aku menaiki angkot dan berhenti persis di depan resto bercorak hijau amri. Namanya juga perempatan lampu merah pasti seringlah berhenti di depan restonya.

Meskipun letaknya yang sangat dekat tapi aku belum pernah mengunjunginya sekalipun. #nasib Informasi tentang resto, menu dan harga pun tak pernah aku ketahui. Aku hanya tau nama restonya VERDE. Cukup itu saja. #kasian

Sampai suatu saat adeku ke Bandung. Dia ingin makan di luar tapi maunya mengunjungi resto yang dekat kosan saja. Sebenarnya banyak sih resto dekat kosanku maklumlah letak kosanku di simpang Dago yang cukup strategis dan ramai penghuninya. Namun, si adeku penasaran dengan VERDE karena dia pernah lihat Instagram temannya yang menurutnya foto makanan temannya itu cukup menggiurkan. Karena aku juga penasaran, berangkatlah kami dengan berjalan kaki ke VERDE saat malam mingguan.

Hujan rintik-rintik tidak mengurungkan niat kami mengunjunginya. Tiba di sana mobil berjejer di depan pintu. Kami agak keder juga karena mengunjungi VERDE dengan berjalan kaki dan pake payung pula. *Ngga elit bingits sih

Ternyata VERDE itu…

Seorang waiter langsung menyambut, menunjukan tempat penyimpanan payung dan mencarikan kami tempat duduk. Aku pun duduk sambil menganga melihat desain resto yang modern - classic. Lampu remang-remang memberikan nuansa romantis. Di tengah resto disajikan space untuk minuman beralkohol. Ditambah lagi dengan musiknya yang ngebit bisa dibayangkanlah suasana hebohnya. Bisa dibilang juga mayoritas pengunjungnya kaum sosialita dan anak gaul yang berduit. Selain aku dan adeku, hanya satu orang yang berhijab. Tak heranlah aku bercelutuk kepada adekku, "hmm, kayaknya kita salah tempat nih".

Tak berapa lama kemudian, seorang waiter memberikan daftar menu kepada kami. Mayoritas menu yang ditawarkan adalah western cuisine. Harganya juga lumayan. Bukan harga mahasiswa pastinya donk.

Usai memilih menu, tiba-tiba saja seorang waiter menyajikan hidangan di meja yang tidak kami order. Aku langsung kaget donk. Si adeku pun langsung menyelutuk, "itu hidangan pembuka dan gratis kok kak". Uuuuuhhh katrok emang aku. *tutup muka pake tissue 

piringnya seperti logo superman, ya?

Kebetulan saat mengunjungi resto, ada cewek remaja yang berulang tahun. Lagu bertema "happy birthday" pun dinyanyikan saat itu. Selesai lagu, segerombalan anak muda datang membawa cake dan mengerjai cewek yang berulang tahun. Si cewe didandani yang lucu-lucu. Kemudian si cewe membagikan sebungkus cemilan kepada pengunjung. Pastinya aku dan adeku juga kebagian "hadiah ulang tahun". Hehehe. Thank you, sweety.

Lebih 15 menit menunggu, satu per satu orderan pun terhidang di atas meja. Kami pun langsung menyicipinya. Meskipun sejujurnya berfoto-foto hidangan dulu baru menyicipi hidangannya sih. Hehehe

Chicken Puff (Rp 56K)
 
Chicken puff

“Chicken spinach ricotta cheese and parmesan placed in puff pastry”

Bisa dibilang hidangan ini semacam pastry yang di dalamnya berisi ayam dan keju. Pastry tersebut dimakan dengan saos BBQ. Rasanya yang salty dan gurih memang juara dilidahku. Selain pastry ada juga salad yang teronggok di piring. Salad yang diolesi mayonaise memang berkelas. Ada jagung, salada hijau, wortel, lolorosa dan oregano. Semua saladnya segar dan enak dikulum.

Volcano (Rp 55K) 

Volcano yang telah diiris

“Hawaian pizza made into dome shaped pizza. This special pizza can also be lit using a little alcohol to create flame”

Hidangan ini adalah pilihan adeku karena dia pernah melihat foto hidangan ini pada Instagram temannya. Dia terpesona dengan bentuknya yang seperti dome. Kami kaget saat waiter membawa hidangan Volcano. Bentuk dome-nya itu guedeee banget dan bentuknya memang seperti gunung. Sebelum dihidangkan, waiter memberikan dua pilihan kepada kami; dilelehkan hingga membentuk gunung volcano yang tererupsi atau dipotong biasa seperti pizza? Adeku langsung memilih dipotong karena menurutnya melelehkan Volcano itu menggunakan alkohol. Kami ngga tau jenis alkoholnya. Demi memastikan makanan itu halal otomatis kami menghindari komposisi alkohol. Walaupun dari segi bentuknya, Volcano lebih eksotis dihidangkan dengan melelehkan alkohol, bukan?

Well, dari segi cita rasa hidangan Volcano ini cukup lezat. Tepung pada pizza memiliki kematangan yang sempurna sehingga tidak keras saat digigit. Smoke beef, sosis, paprika, keju, bombay yang terdapat dalam pizza juga empuk dan gurih. Selain itu selai perekat juga tidak enek. Sayangnya kami tidak sanggup menghabiskan hidangan ini karena porsinya yang sangat besar. Bisa dibilang hidangan ini cocok untuk pengunjung yang datang berombongan. Minimal 4 oranglah.

Mojito non alcohol

Mojito

Banyak varian mojito yang dihidangkan pada resto ini. Ada lychee, berry, lemon, dll. Minuman yang dihidangpun mirip hanya beda rasanya saja. Iya, varian rasa hanya sebagai pelengkap tanpa mengurangi rasa mojito sesungguhnya. Minuman ini sangat fresh dan dapat menetralisir makanan yang kami pilih sebelumnya.

VERDE Resto & Lounge

Jl. Ir. H. Djuanda No 177, Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40132
Telepon: (022) 2503005
Twitter: @VERDE_lounge

Jam Buka: 10:00 – 22:00 WIB
Harga: Rp 20K – Rp 150K

2 komentar:

  1. volcano bikin ngiler nih serius -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang ngiler bro
      apalagi pas bentuknya masih seperti dome

      Hapus

 
Back to top!