Searching...
Jumat, 31 Maret 2017

Tidak Pernah Bosan Menyicipi Kuliner Rumah Makan Bumi Aki

Saya bersyukur memiliki keluarga yang senang traveling. Keluarga yang sering memanfaatkan liburan dengan menjelajahi objek wisata, baik objek yang belum pernah dikunjungi maupun objek yang sudah pernah dikunjungi. Bagi kami tidak ada kata bosan untuk traveling. Selalu ada cerita, selalu ada hikmah, selalu ada keakraban, selalu ada pengetahuan baru yang kami dapatkan.

Liburan tahun baru ini, kami sekeluarga memanfaatkannya untuk menjelajahi Puncak Bogor. Walaupun sebenarnya kami berlibur ke Puncak Bogor bak pepatah "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui". Maksud utamanya ingin menemani mami untuk berobat tradisional tapi diselingi mengunjungi objek menarik sekitar Puncak Bogor.

Selama di Puncak, kami sampai dua kali mengunjungi Taman Bunga Nusantara. Hari pertama menemani mami yang penasaran dengan objeknya. Hari kedua menemani Nadya yang juga penasaran ke sana setelah melihat foto-foto kami selama di Taman Bunga Nusantara. Meskipun dua hari berturut-turut ke sana, saya tetap tidak bosan. Karena tamannya luas dan banyak spot menarik untuk berfoto. Apalagi mami justru paling bersemangat banget walaupun sudah pernah ke sana sebelumnya. Alasan mami bela-belain ke taman bunga lagi adalah “foto-foto hari sebelumnya jelek, gelap dan ekspresi mami ngga cantik”. Hahaha. Mami memang lebih narsis dibandingkanku dalam urusan fotomodel. ^.^

Setali tiga uang dengan objek wisatanya, tidak ada kata bosan juga untuk menikmati kuliner meskipun hari sebelumnya sudah pernah ke sana. Yup, selain berkunjung ke objek wisata, kami sekeluarga juga hobby menyicip kuliner khas daerah yang kami kunjungi. Bagi kami, traveling tanpa kulineran itu seperti makan sayur tanpa garam. Kuliner itu seperti bumbu penyedap kami saat lelah menjelajah objek wisata.

Usai mengunjungi objek wisata, kami ke luar untuk berwisata kuliner. Kamipun berhenti di sebuah restoran sunda dan restoran keluarga yang membuat kami penasaran mencoba masakannya. Dengan ramainya parkiran dan meja yang penuh berisi pengunjung, kamipun memutuskan mampir ke restoran sunda ini. Berbicara tentang kuliner, mami mempunyai parameter sendiri yang membuatnya tertarik mampir ke restoran yang belum pernah beliau kunjungi. Mami memang hobby makan tapi ngga semua makanan yang membuat nafsu makannya bergairah. Menurut mami, ciri-ciri rumah makan yang lezat itu bisa dilihat dari banyaknya pengunjung yang mampir ke rumah makan.

Dan restoran sunda dan restoran keluarga yang ramai pengunjungnya ini adalah Rumah Makan Bumi Aki

Rumah Makan Bumi Aki terletak di Puncak Bogor, persis di pinggir Jalan Raya Puncak-Ciloto. Rumah makan ini memiliki fasilitas parkir yang luas, pelayanan bintang 5, arena bermain anak-anak, spot fotomodel, toilet yang bersih serta mushalla yang luas dan nyaman. Fasilitas Rumah Makan Bumi Aki memang membuat pengunjung betah berlama-lama duduk menikmati sajian makanannya apalagi ditambah pemandangan indah Gunung Gede-Pangrango yang memanjakan mata.

Sumber: http://bumiaki.com 

Sumber: http://bumiaki.com 

Setelah mendapat meja makan, pelayan datang membawa daftar menu, kamipun memilih makanannya. Kami hampir bingung saat memilih makanan karena menunya banyak dan sepertinya lezat-lezat. Akhirnya kami memutuskan menu berikut: gurame goreng, sate ayam, ayam penyet, gado-gado, sayur asem, popertjes, mendoan, wedang jahe, es jeruk. Buanyak banget. Padahal kami cuma bertiga, saya, mami, alvian. Hahaha.

Merah-merah di hari pertama

Mari Makan

Gurame Bakar
Awalnya menu ini adalah request saya yang memang lagi pengen banget makan ikan bakar. Apalagi menu ini nongol pada menu dengan foto yang sangat menggiurkan. Selaras dengan tampilan fotonya, gurame cobek ini memang rasa bumbunya nendang, kematangan ikannya pas, pedasnya sesuai dengan lidah padang kami. Kami memang orang Padang yang terbiasa makan pedas namun tidak semua makan pedas yang sesuai dengan lidah kami apalagi pedasnya masakan sunda. Bagi kami pedasnya masakan sunda dan padang itu beda. Padang itu pedasnya memakai cabe besar atau cabe keriting sedangkan pedasnya sunda itu pake cabe rawit. Terkadang cabe rawit itu ngga sesuai dengan lidah dan perut kami.

Sate Ayam
Kami memilih sate ayam karena aroma pembakaran satenya harum dan sangat menggoda. Apalagi dengan udara sejuknya Puncak Bogor yang sangat cocok untuk mencicipi makanan bakar-bakaran termasuk sate.
Saat hidangan sate tiba, saya langsung mencicipinya. Daging satenya empuk, kuah kacangnya manis gurih. Pastinya kami semua tidak menyesal memesan menu ini karena sate ayamnya memang maknyos.

Ayam Penyet
Sebenarnya ayam penyet ini adalah menu yang dipesan adik bujang saya, alfian. Saya tidak sempet mencobanya. Tapi dari lahapnya alfian makan, saya asumsikan ayam penyet di sini lezat. Kalau dari bentuk cabe ayam penyet, sepertinya racikan cabenya sejenis dengan cabe gurame bakar.

Gado – Gado
Gado – gado adalah sayuran yang disukai keluarga kami. Selain beragamnya sayuran, gado – gado yang dilumuri kuah kacang ini membuat lidah bergoyang. Sehingga saat gado – gado disajikan, langsung habis dalam sekejap. Yup, gado-gado Bumi Aki memang sesuai dengan lidah keluarga kami.

Sayur Asem
Sayur asem adalah menu pilihan mami. Mami memilih menu ini karena sayur asem itu sayuran sunda banget. Apalagi mami memang doyan masakan asem pedas. Tak salah memang pilihan mami karena sayur asem ini memang mampu untuk menghangatkan badan dan menambah nafsu makan. Selain itu, sayur asem juga sehat karena banyaknya vitamin yang terkandung dalam sayurannya.

Mendoan
Awalnya saya yang memilih mendoan karena saya memang doyan mendoan. Trus alvian juga ikutan pesen karena dia doyan makan tempe. Ternyata pilihan kami tidak salah. Mendoan mini nan empuk dengan ditaburi kuah asem pedasnya ini sangat recommended. Mantep banget rasanya.

Popertjes

Popertjes

Lagi-lagi saya antara laper mata dan doyan memilih desert lain yang ala-ala Eropa. Sayapun memilih Popertjes bukan karena ala Eropa sih tapi karena fotonya itu yang menggoda. Memanglah food photography itu sangat mampu menggoda mata.
Ternyata saat Popertijes dihidangkan, rasanya memang memuaskan. Lembut, manis dan enak dikulum. Sangat pas dijadikan hidangan pencuci mulut.

Usai menikmati semua makanan di atas, kamipun pulang ke penginapan yang terletak di Cipanas.

***

Keesokan harinya, saya, mami dan alvian menjemput my little sister, Nadya yang baru pulang dari Jakarta. Karena Nadya di-drop teman kantornya di Cianjur. Kami menjemputnya di sekitar daerah Cianjur. Saat pulang menjemput Nadya, kami dihadang macet karena saat itu ada acara KPI di Puncak. Alvianpun sudah mulai gelisah karena akan masuk waktu Maghrib. Apalagi kami tidak menemukan masjid di sepanjang jalan.

Tiba-tiba mami mengajak ke Rumah Makan Bumi Aki lagi karena menurut mami mushalla di sana sangat nyaman, tempat wudhunya bersih, mukenanya banyak dan bersih. Selain itu kami bisa sambil menyelam minum air. Sambil sholat sambil makan malam. Nampaknya mami sangat ketagihan dengan Rumah Makan Bumi Aki.

Kamipun memarkirkan mobil di Rumah Makan Bumi Aki. Kami langsung booking meja makan dan menu kemudian menuju musholla untuk sholat. Usai sholat, Nadya langsung nyelutuk "kak foto yuk di sana. Ada photobooth loh". Wow ternyata Rumah Makan Bumi Aki tidak hanya menyediakan fasilitas parkiran yang luas, musholla yang aman, tempat yang cozy, permainan anak-anak, pemandangan yang menyejukan mata bila berkunjung siang hari, suasana romantik bila berkunjung malam hari tapi juga ada photobooth lengkap dengan atributnya. Panteslah tidak pernah sepi pengunjungnya.

Ada photobooth yang kece loh

Usai berfoto, kamipun langsung menuju meja makan dan menyicip menu yang telah di pesan. Beberapa menu yang dipesan sama dengan hari sebelumnya yaitu gurame, sate ayam, mendoan dan sayur asem. Sepertinya kami ketagihan dengan menu tersebut. Bagaimana tidak ketagihan? Rasanya memang pas dilidah kami. Selain menu yang sama dengan hari sebelumnya, kami juga menambahkan tongseng karena request dari Nadya. Menurut saya rasa tongseng juga nendang. Dagingnya empuk. Pokoknya makanan Rumah Makan Bumi Aki bener bener lezat.

Anyway, kalau ditanya, bosan ngga dua hari berturut-turut ke Rumah Makan Bumi Aki? Saya, mami dan alvian tidak pernah bosan ke Rumah Makan Bumi Aki. Karena selain lezat, Rumah Makan Bumi Aki juga sangat cozy.

***

Rumah Makan Bumi Aki
Alamat: Jl. Raya Puncak No.59, Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 43253
Telepon: (0263) 517711
Facebook: Bumi Aki Resto
Twitter: @bumiakiboga
Instagram: bumiaki

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!